Harimau dan Raksasa

Hari ini udara di hutan sangat panas. Si kancil tampak berlari-lari kecil hendak mencari tempat beristirahat. Dia sangat mengantuk akibat memecahkan sebuah masalah tadi malam. Saat ini kancil hanya ingin tidur. Tapi, dia bermaksud mencari tempat yang teduh dan aman. Jangan sampai sewaktu tidur dia diterkam si raja hutan.

Sementara itu harimau tengah kelaparan. Cuaca yang panas membuat suasana hatinya semakin buruk. Matanya dari tadi mencari-cari mangsa di seluruh penjuru hutan. Tapi, hari ini penghuni hutan tidak tampak satu pun. Sepertinya mereka semua bersembunyi karena cuaca sangat panas. Tiba-tiba mata harimau menangkap sebuah gerakan di balik pepohonan.

“Aha! Itu si kancil.”

Harimau sangat senang melihat si Kancil yang tengah berlari-lari kecil. Sepertinya si Kancil tengah mencari tempat bersembunyi. Lalu, dengan perlahan Harimau pun mengikuti langkah Kancil.

Sementara itu si Kancil berlari dengan hati-hati. Matanya tidak berhenti memperhatikan sekitar. Dia takut Harimau menemukannya.

“Aku harus mencari tempat yang aman untuk tidur.”

Kancil terus berlari dengan waspada hingga sampai di depan sebuah gua. Hatinya sangat senang karena bisa menemukan tempat untuk istirahat. Lalu, dengan hati-hati Kancil pun masuk ke dalam gua. Semakin ke dalam, guanya semakin gelap. Tapi, ada secercah cahaya dari lubang yang menerangi bagian dalam gua. Cahaya itu tepat menyinari setumpuk tulang-belulang yang berserakan di lantai gua.

“Gua ini pasti asalnya tempat serigala-serigala,” guman Kancil sambil mengitari tumpukan tulang dengan perasaan takut.

Sementara itu, Harimau pun dengan perlahan memasuki pintu gua. Suara langkah kakinya hampir tidak terdengar. Sayangnya, suara napasnya yang khas terdengar oleh kancil.

“Aduh, ternyata si harimau mengikuti aku dari tadi.”

Kancil panik. Otaknya langsung berputar mencari jalan keluar.

“Jangan sampai aku jadi sasaran empuk si Harimau,” ucapnya lagi sambil meraih tulang yang berserakan di lantai gua.

Harimau yang sedang siap-siap hendak memburu kancil tertegun ketika melihat bayangan di dinding. Bayangannya semakin lama semakin besar.

“Hei, Harimau! Berani-beraninya kamu masuk ke guaku! Kamu mau mengambil si Kancil, yah? Dia makananku sekarang.”

Suara besar dan parau bergaung dari dalam gua. Harimau  menghentikan langkahnya. Sementara itu bayangan di dinding semakin lama semakin besar. Harimau gemetar ketakutan, dia pun lari tunggang langgang ke luar gua. Harimau yakin kalau bayangan di dinding itu adalah raksasa.

“Aku harus mencari akal untuk mengalahkan si raksasa itu,” ucap Harimau terengah-engah. Dia berlari ke dalam hutan.

Seketika matanya melihat beruang yang tengah mencari madu. Harimau senang sekali karena yakin Beruang bisa mengalahkan raksasa.

“Hei, Beruang, aku tahu tempat madu yang enak dan banyak,” serunya.

Beruang berhenti mengendus-endus pohon di hadapannya.

“Dimana? Jangan bohong kamu Harimau!”

Harimau senang karena beruang tampak penasaran.

“Madunya ada di dalam gua!”

Beruang akhirnya berhasil dibujuk untuk percaya oleh harimau. Diajaknya binatang besar itu ke dalam gua.

“Bagaimana aku tahu kamu tidak bohong?” tanya Beruang lagi.

Harimau tahu harus meyakinkan binatang besar itu dahulu.

“Baiklah, mari kita ikat ekor kita jadi satu. Biar aku tidak bisa melarikan diri.”

Beruang pun menyetujuinya. Setelah mengikat ekor mereka jadi satu, kedua binatang itu pun masuk ke dalam gua.

Kancil yang mengetahui kedatangan kedua binatang itu langsung mencari akal.

“Aku harus membuat mereka pergi dari sini.”

Kancil kemudian mengubah rencananya. Dia mengambil tulang yang paling besar dan panjang.

“Ho ho ho. Harimau, sungguh baik engkau membawakan makanan yang besar untukku. Sebagai hadiahnya, ambillah madu ini.”

Beruang gemetar ketakutan melihat bayangan yang sangat besar di dinding.

“Kamu menipu aku harimau! Ternyata aku mau kau jadikan santapan Raksasa. Dan, kau ingin madunya!”

Harimau yang terkejut tidak bisa menjawab kemarahan Beruang. Dia pun ketakutan oleh bayangan raksasa.

“Kemari Beruang! Biar aku makan kamu!”

Bayangan itu semakin besar saja. Beruang sangat ketakutan. Dia berlari keluar gua sangat cepat. Harimau ikut terseret olehnya. Beruang berlari ke sebuah pohon, dia berniat bersembunyi di atas pohon. Si Harimau yang terseret di belakangnya tidak bisa memanjat pohon. Dia pun lari ke arah yang berlawanan untuk menyelamatkan diri. Sayangnya, kedua ekor mereka terikat satu sama lainnya. Harimau sekuat tenaga berlari. Ekor beruang pun terlepas mendadak karena tertarik oleh Harimau. Akibatnya, Harimau pun terpental dengan kencang dan menabrak dinding gua.

“Aduh, sakit!” teriaknya sambil berusaha berdiri dengan susah payah. Lalu, melarikan diri ke hutan dengan ekor beruang masih terikat di ekornya.

Si Beruang yang melihat Harimau kabur, ikut melarikan diri pula ke hutan. Beruang berlari tanpa ekornya yang panjang. Kedua binatang itu lari sekencang mungkin. Mereka takut dikejar si Raksasa.

“Rasakan kalian! Sekarang aku bisa tidur dengan enak.”

Si Kancil tertawa-tawa di pintu masuk gua sambil memegang tulang. Lalu, dengan tenang berjalan ke dalam gua. Kancil merebahkan tubuhnya di lantai gua dengan nyaman. Tidak lama kemudian dia pun tertidur pulas.

 

 

 

30 comments
  1. Wuah cocok nih buat cerita ke anak sebelum tidur ya.
    Kancil ini selalu saja banyak akalnya, cerdik sekali. Beruang dan harimau ternyata mampu dikalahkan oleh si Kancil. Bukan dengan adu fisik, tapi dengan kecerdikannya 🙂

  2. Si Kancil ternyata tetap cerdik, walau dia sendiri dalam situasi terdesak ya.
    Sangat cocok buat cerita pengantar tidur anak-anak.

  3. Sukaaa… baru kali ini aku baca blog tentang hewan seperti ini.. melalui perilaku hewan kita jadi banyak belajar ya.. dan memang watak mereka tidak jauh dari masing masing karakter yang selama ini kita pahami hehe.. menanti cerita tentang hewan selanjutnya mbak

  4. Haha kalau anakku dengar cerita ini malam hari langsung pulas mbak, apalagi kalau Kancilnya sudah tidur pulas habis menyerang si Singa itu. Memang Kancil dari dulu cerdik banget.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like