Menciptakan Budaya Damai Dalam Komunikasi

Raka salah satu pengurus KPSI

Masih lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang pentingnya komunikasi dengan ODS. Kali ini saya akan membahas tentang ODS yang kesulitan membangun komunikasi dengan keluarganya. Program CCP atau Creating Culture of Peace ini tidak hanya untuk ODS, tapi bisa pula diterapkan oleh kita yang mengalami masalah komunikasi dengan keluarga.

Pada intinya CCP ini adalah bagaimana cara kita bertransformasi diri agar bisa damai dengan keluarga. Kemudian bagaimana cara kita membangun komunikasi dengan orang lain. Kita harus belajar dulu mengenali emosi yang dirasakan. Kemudian hilangkan label negatif pada orang-orang yang sulit berkomunikasi dengan kita.

CCP ini terdiri dari beberapa permainan. Permainan pertama kita akan diminta menyebutkan kata-kata yang baik atau nama afirmasi. contohnya, damai, indah, cantik, pintar, baik, jujur, dan seterusnya. Menyebutkan nama-nama afirmasi akan membantu kita berpikir jernih.

Raka salah satu pengurus KPSI

Permainan kedua, kita diminta memilih salah satu nama afirmasi sesuai abjad awal nama. Contoh, Raka Rajin, Dian Damai, Esti Empati. Setelah memilih kita diharuskan mengenalkan diri dengan memakai nama afirmasi di belakang nama asli.

Kemudian permainan berikutnya kita diminta menyebutkan nama teman dengan nama afirmasinya. Permainan ini bisa melatih otak untuk berpikir positif.

Belajar mengenali hati nurani jadi sesi berikutnya. Hati nurani adalah hal yang baik dan menggembirakan dalam diri kita. Hati nurani seringkali membantu untuk bangkit dari hal-hal sulit. Kemudian kita akan diminta menggambar sesuai dengan yang ada dalam hati nurani. Setelah itu akan diminta untuk menyebutkan tiga kata baik yang mewakili hati nurani. Contohnya saya menggambar bunga, matahari, dan jalan yang panjang. Saya mewakili tiga gambar itu dengan kata indah, harapan, dan syukur.

Hasil menggambar hati nurani

Pelatihan CCP berikutnya adalah  menjadi pendengar dan pendamping yang baik. Dengan menjadi pendengar yang baik kita bisa menjadi pendamping yang baik. Syarat menjadi pendamping yang baik ada tiga;

  • Memperhatikan kebaikan dan kemampuan orang lain
  • Tetap tenang dan tidak cemas di saat sekarang dan di tempat ini
  • Bergantian dengan pendengar dengan waktu yang seimbang

Kemudian kita akan diminta bergantian menjadi pendengar dan pembicara. Waktu yang diberikan adalah tiga menit untuk pembicara. Sedangkan pendengar hanya wajib mendengarkan tanpa memberi komentar. Kegiatan ini menggarisbawahi betapa pentingnya mendengarkan, dan betapa menyenangkan didengarkan.

Permainan terakhir adalah Kesan Saya. Permainan ini merupakan pesan kita ketika mendapat kekerasan, tanpa adanya unsur pesan yang menyakiti orang lain. Kita akan diminta untuk menulis beberapa hal, seperti di bawah ini.

PESAN SAYA

Nama orang yang menyakiti….

Saya merasa….

Tindakan nyata yang telah kamu lakukan (sebutkan apa yang dia lakukan)….

Akibatnya saya jadi….

Karena itu saya perlu (sebutkan yang diinginkan dalam tindakan nyata)….

Misal: Bapak X. Saya merasa kesal ketika Anda berkata saya lamban. Akibatnya saya jadi malas bekerja. Saya perlu Anda duduk dan mendengarkan apa yang saya inginkan.

Ketika Pesan Saya telah dibuat, akan tercipta perasaan lega karena tahu apa yang ingin dilakukan. Kemudian setelah semua permainan dalam CCP dilakukan akan tercipta peta perdamaian yang berupa;

  • Persaudaraan dan kesepakatan
  • Memunculkan yang baik dan nyaman
  • Komunikasi dan ingat kembali
  • Kerjasama dan terhubung kembali
  • Keyakinan dan kesetaraan
  • Kepercayaan dan ketajaman
  • Perubahan dan ketajaman
  • Arahan dan penyelesaian sengketa

Dengan mempraktekkan tiap permainan dalam CCP ini diharapkan akan tercipta budaya damai. Transformasi diri kita akan memudahkan membuka komunikasi dengan orang-orang yang diinginkan.

 

 

1 comment
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like