Pentingnya Membangun Komunikasi dengan ODS

Materi dari Teh Sefi

Hari ini kembali saya mengikuti pertemuan rutin setiap bulan dari komunitas. KPSI memang selalu berusaha konsisten untuk mengadakan kegiatan setiap bulan bagi para anggotanya. Selain untuk mempererat silahturahmi, biasanya di tiap pertemuan ada tema yang dibahas tentang kesehatan mental.

KPSI sendiri merupakan wadah bagi para penyintas Skizofrenia, juga para caregiver. Caregiver adalah orang-orang yang dipercaya untuk menjadi pendamping bagi para penyintas ini. Mereka biasanya terdiri dari orang-orang terdekat, dengan kata lain keluarga. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga caregiver berasal dari teman-teman yang paling dipercaya. Tugas caregiver adalah mengingatkan penyintas untuk minum obat, juga mengetahui gejala awal kekambuhan waham.

Antusias anggota KPSI yang hadir hari ini cukup menggembirakan. Karena memang masalah membangun komunikasi dengan penyintas skizo sangat penting dibahas. Komunikasi yang baik dapat mendorong proses kepulihan lebih cepat lagi.

Beruntungnya, pembicara kali ini adalah Teh Sefi salah satu mahasiswi Psikologi yang tengah menyelesaikan studi S2. Seperti diketahui, kepengurusan KPSI memang terdiri dari anak-anak muda jurusan Psikologi. Ditambah pula dengan para senior yang terdiri dari dosen, psikolog, juga psikiater.

Para ahli, ODS dan caregiver

Teh Sefi mengutarakan betapa pentingnya pertemuan-pertemuan seperti yang dilaksanakan hari ini. karena komunikasi sesama penyintas juga perlu untuk proses kesembuhan. Dengan kata lain para penyintas tidak merasa sendirian, dan empati mereka pun akan terasah.

Untuk itulah kenapa komunikasi itu sangat penting, terutama dengan keluarga. Hal paling penting dalam proses kesembuhan adalah adanya penerimaan dari pihak keluarga.

Sebelumnya mari kita telaah dulu tentang pengertian komunikasi. Komunikasi adalah proses pertukaran informasi, baik yang diberikan maupun diterima. Komunikasi terdiri dari dua, yakni komunikasi efektif dan tidak efektif.

Dalam komunikasi harus ada kejelasan informasi yang diberikan dan diterima. Selain itu, harus ada tujuan yang ingin disampaikan. Komunikasi jadi tidak efektif ketika tujuannya tidak tersampaikan.

Untuk komunikasi dalam keluarga ada hal yang perlu diperhatikan berupa karakteristik tiap anggotanya. Setiap anggota keluarga pasti berbeda karakternya.

Demikian juga dengan ODS (Orang Dengan Skizofrenia) yang memiliki karakteristik spesial. Ada saatnya mereka sedang dalam kondisi baik. Di lain waktu mereka bisa sedang dalam kondisi malas. Atau bahkan wahamnya sedang kambuh. Karenanya ada tiga hal yang harus dipertimbangkan ketika hendak membangun komunikasi dengan ODS. Yang pertama adalah;

  • Lihat apakah ODS sedang dalam keadaan gaduh gelisah atau tidak
  • Apabila ODS sedang halusinasi sebaiknya komunikasi ditunda dahulu
  • Jangan mengajak komunikasi ketika waham ODS sedang kambuh

Seringkali para caregiver merasa sulit untuk mendekati para ODS. Itu terjadi karena memaksa berkomunikasi tanpa mengenali tiga hal penting di atas.

Hal kedua yang perlu dilihat ketika hendak komunikasi dengan ODS adalah adanya kejelasan pesan yang dibicarakan. Isi pesan harus jelas dan kongkrit. Informasinya harus jelas dan tidak menimbulkan kebingungan.

Yang ketiga, perlunya memperhatikan komunikasi verbal dan non verbal. Ketika berkomunikasi dengan ODS, kita perlu memperhatikan nada bicara, tatap mata, dan gerak tubuh. ODS sangat sulit mengekpresikan diri. Karenanya usahakan menggunakan nada lembut dan jelas, juga tata bahasa sederhana ketika sedang berbicara dengannya.

Teh Sefi mengatakan kita harus membangun empati untuk ODS. Salah satunya adalah dengan memberikan ODS kegiatan. Tetapi, perlu diingat juga, jangan sampai memberikan kegiatan yang rumit dalam waktu panjang pada ODS. Harus ada jeda atau istirahat. Jangan sampai berkegiatan malah jadi tekanan bagi ODS.

Kegiatan yang diberikan pada ODS harus sesuai karakteristik masing-masing. Berkegiatan ini memang sangat penting, terutama yang sesuai minatnya. Karena apabila ODS dibiarkan tanpa kegiatan, mereka akan sulit berkembang. Tentu saja kegiatan yang dimaksud harus terprogram.

Salah satu caregiver penyintas bahkan menyampaikan pengharapannya untuk penyelenggarakan sebuah kegiatan rutin yang bisa membuat ODS terlatih. Seperti memberikan latihan keterampilan sesuai minatnya.

Hal penting lain dalam proses penyembuhan ODS adalah penerimaan dari pihak keluarga dan masyarakat. Tentunya yang terpenting adalah penerimaan dari keluarga. Dalam hal ini termasuk toleransi di dalamnya.

Jangan mengharapkan kondisi ODS sama seperti sebelumnya. Karena setelah menjadi penyintas kemampuannya pasti berkurang. Dengan kata lain, jangan menuntut ODS seperti yang kita inginkan.

Hal lain yang perlu diperhatikan untuk menunjang proses kesembuhan ODS adalah sosialisasi. Pihak keluarga perlu belajar melonggarkan proteksi pada ODS hingga mereka bisa bersosialisasi ringan dengan masyarakat.

Membangun komunikasi dengan ODS memang harus memperhatikan hal-hal di atas. Jangan sampai pihak ODS yang disalahkan karena sulit diajak komunikasi. Sangat penting untuk membangun saling pengertian timbal balik antara ODS dan para caregiver.

Komunikasi efektif memang harus dipelajari dan bisa diterapkan di berbagai kondisi, tidak hanya khusus ODS. Komunikasi efektif penting juga dalam membangun interaksi sosial kita dengan keluarga dan lingkungan.

Materi dari Teh Sefi

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like