Singkong Sebagai Sumber Pangan Dari Hutan yang Kaya Manfaat

Sekitar tahun 2008 saya dan keluarga sempat merantau ke Pekanbaru, Riau. Kami memang tidak lama berada di perantauan, hanya sekitar setengah tahun saja. Tetapi, begitu banyak hal yang mengesankan ketika tinggal di Pekanbaru sana, salah satunya tentang ladang-ladang.

Seingat saya, penduduk di sana yang bermateri lebih hampir semuanya memiliki ladang. Uniknya, selalu saja ada singkong yang ditanam di ladang mereka. Bahkan, saya waktu itu bisa dengan mudah mendapatkan singkong dengan harga satu kilonya 2 ribu saja. Murah bukan? Saya sedikit terkejut juga karena bisa mendapat singkong dengan harga semurah itu.

Hanya saja singkongnya sedikit berbeda dengan yang biasa saya lihat di kota kelahiran. Singkong di Riau sana cenderung lebih ramping, dan apabila direbus butuh waktu lebih lama karena tekstur dagingnya yang lebih keras. Itu berdasarkan pengalaman yang saya peroleh selama mengolah singkong. Sedangkan singkong di Jawa Barat cenderung lebih gemuk dan dagingnya lembut.

Sepertinya hal itu dipengaruhi juga faktor iklim di tiap daerah. Tanah ladang di Riau sana berupa tanah lempung yang apabila musim panas tiba pastinya kandungan pasirnya banyak. Berbeda dengan tanah di Jawa Barat yang subur dan gembur. Walaupun begitu, keberadaan ladang dan singkong itu telah menyelamatkan kami selama merantau di Riau. Karena waktu itu kondisi keuangan belum stabil, singkong menjadi makanan alternatif pengganti nasi di keluarga kami.

Awalnya, saya mengira singkong adalah tanaman yang hanya bisa didapat di kebun. Ternyata saya keliru. Ketika berkunjung ke rumah saudara di daerah Subang, saya sempat diajak ke sawah. Di sana kami mencari singkong yang tumbuh di tepi sawah. Kemudian saudara mengajak saya berjalan ke sebuah hutan kecil. Katanya di hutan itu banyak tumbuh singkong. Saudara sempat tertawa ketika saya menyatakan keheranan karena ada singkong di hutan. Katanya singkong adalah salah satu sumber makanan dari hutan yang mudah didapat. Masyarakat desa tidak pernah merasa kekurangan bahan pangan karena banyak sumber makanan dari hutan yang bisa diolah. Selain singkong, biasanya mereka juga mencari pakis sayur, jamur, tebu, dan sumber makanan dari hutan lainnya.

Saya sempat terpukau mendengarnya. Memang benar, hutan adalah tempat sumber makanan yang tidak ada habisnya. Beruntungnya, negara kita ini memiliki 133.300.543,98 hektar luas hutan. Sedangkan provinsi yang memiliki hutan terluas adalah Papua. Setiap provinsi di Indonesia memiliki hutan. Dapat dibayangkan bukan berapa banyaknya makanan yang bisa diperoleh dari hutan?

Sekiranya kita bisa memanfaatkan dan memelihara hutan dengan baik, ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh darinya. Seperti juga yang dilakukan WALHI https://walhi.or.id dalam kampanyenya. Sejak tahun 1988 WALHI berkampanye tentang lingkungan hidup. Kampanyenya mencakup isu air, pangan, hutan dan perkebunan, energi dan tambang, keadilan iklim, pesisir dan laut serta isu lainnya.

Singkong sebagai salah satu makanan dari hutan memang memiliki banyak khasiat. Singkong mengandung berbagai macam zat seperti kalori, lemak, tiamin, tiboflavin, niasin, vitamin, zat besi dan seng.

Selain itu, singkong memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan pula;

  • Singkong cocok untuk dikonsumsi orang yang sedang menjalani program diet
  • Singkong yang kaya serat dapat membantu melancarkan pencernaan
  • Zat-zat yang ada pada singkong bisa membantu menyembuhkan masalah di pencernaan seperti diare
  • Singkong juga baik untuk kesehatan mata karena memiliki kandungan vitamin A

 

Karena berbagai pengalaman yang pernah dilalui tentang singkong, saya sama sekali tidak pernah menolak apabila diberi resep olahan singkong. Salah satu resep paling berkesan dan jadi favorit saya hingga kini adalah sup singkong.

Awalnya saya sempat memandang sebelah mata ketika nenek teman satu kontrakan mengajak memasak sup singkong. Seperti apa sup singkong? Pertanyaan itu langsung memenuhi kepala. Saya malah sempat tertawa dalam hati waktu itu. Aya-aya wae (ada-ada saja), gumam saya dalam hati. Tetapi, nenek teman saya itu malah balik menantang. Katanya pasti nanti bakal ketagihan. Akhirnya saya pun mengalah dan mengikuti ajakannya.

Bahan-bahan

Resep dan bahan-bahan yang dibutuhkan ternyata sangat sederhana. Membuatnya pun sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. Berikut ini bahan-bahan yang harus disiapkan;

 

1 kg singkong

1 sachet bumbu penyedap rasa ayam

Ketumbar secukupnya

Merica secukupnya

Gula dan garam secukupnya

Bawang daun dan seledri secukupnya

Air secukupnya

 

Cara membuat sup singkong :

  • Bersihkan singkong dari kulitnya lalu potong-potong berbentuk kotak. Jangan terlalu kecil, nanti singkongnya hancur ketika dimasak
  • Bersihkan bawang daun dan seledri kemudian iris-iris sesuai keinginan
  • Panaskan air secukupnya untuk merebus singkong. Air sebaiknya agak banyak agar nanti cukup untuk kuahnya sup
  • Kemudian masukkan singkong yang telah dipotong-potong
  • Masukkan semua bumbu, setelah singkong setengah matang baru masukkan bawang daun dan seledri
  • Tunggu hingga singkong empuk. Jangan ditunggu hingga kuahnya menyerap pada singkong, karena ini sup singkong justru kuahnya dijaga jangan sampai habis.
  • Setelah singkong empuk bisa langsung disajikan
Sup singkong

Membuat sup singkong ini sangat mudah dan tidak membutuhkan waktu lama. Yang mengesankan, ternyata rasanya benar-benar enak. Saya waktu pertama kali mencicipinya sampai ketagihan dan nambah beberapa kali. Menurut saya ini resep langka dari orangtua zaman dulu yang patut dilestarikan. Selain rasanya yang enak, bahannya murah dan mudah didapat, juga menyehatkan tubuh.

Memasak sup singkong juga tidak rumit. Bisa dimasak di atas api, atau bahkan dimasak di magic com. Saya juga sering membuat sup singkong dengan menggunakan magic com, rasanya pun sama enaknya dengan memasak di atas api. Resep ini bisa jadi alternatif ketika bosan dengan nasi ataupun sumber karbohidrat lainnya. Selain harganya yang terjangkau, singkong juga mengenyangkan karena kaya akan serat.

Kalau dahulu singkong dipandang sebelah mata dibanding beras dan sumber karbohidrat lainnya. Kini, singkong mulai diperhitungkan karena ternyata banyak olahan makanan yang bahan dasarnya berasal dari umbi ini. Sekarang sudah banyak olahan singkong yang merajai kuliner, salah satunya adalah singkong keju. Semoga ke depannya sup singkong juga bisa dikenal banyak orang.

 

 

 

28 comments
  1. banyak oalhan berbahan dasar singkong yang enakenak sekarang ya. Singkong juga dijadian makanan pokok saat ini, padahal dulu cuma buat camilan 🙂
    Wah ada sup singkong boleh juga idenya mbak mumpung aku punya singkong, suamiku suka rutin beli umbi2an buat makan

  2. Pengen cicipin dong Mba hihihi
    Di tempat ortu saya namanya tuh Sup ubi dan biasanya dikasih tambahan potongan ayam atau hati dan ampela.
    CUman memang lebih enak kalau ayam kampung.

    Duh kan jadi kangen rumah kakak saya, dia paling pinter masak sup ubi dan biasanya enak banget masakannya 🙂

  3. Saya juga suka singkong mbak, karena singkong bisa dibuat aneka makanan lezat, seperti getuk, singkong salju, atau buat campuran membuat lauk. Pokoknya banyak deh olahan singkong yang saat ini dikenalkan ke publik. Saya pernah makan sup singkong, enak banget rasanya…..bisa dijadikan makanan pengganti nasi.

  4. Sup singkong enak banget, apalagi kalo dinikmati panas-panas pas cuaca hujan. Makanan favorit keluargaku niiih.. Btw, itu murah banget singkong sekilo cuman 2 ribu. Bisa bikin sup singkong tiap hari deh.. Hehehe

  5. Loh aku kira singkong dimanalun ya sama mba ternyata yang di jawa barat sama di pekan baru beda yah hehehe baruntahu harus direbus lama…
    Singkong ini favorit banget enak bisa dijadiin aoa aja

  6. Paling suka dengan makanan yang terbuat dari olahan singkong, baik itu direbus, goreng atau dibuat sup. Soalnya di daerah saya singkong ini juga biasa juga diolah jadi sup tapi lebih familiar dengan sebutan sup ubi. Btw penamapakan singkong di Riau ini memang agak beda ya dari singkong yang biasa saya liat.

  7. klo singkong emang udah ga diragukan lagi

    hampir semua olahan singkong tuh aku doyan

    paling suka sama combro dan oles2 alias jemblem hihi

  8. Singkong mah dari dulu udah jadi makanan favorit ya dan merupakan salah satu produk pangan dari hutan, yang kemudian dibudidayakan masyarakat. Selain digoreng, banyak kan ya olahan makanan berbahan singkong yang memang enak banget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like