Boros Tidak Selalu Tentang Uang

Terkadang sering bingung dengan kata boros yang dimaknai berbeda oleh setiap orang. Contohnya saja, kebiasaan saya membeli barang-barang yang harganya agak mahal. Bagi saya menabung dahulu sedikit demi sedikit untuk membeli barang yang agak mahal adalah hal yang wajar. Kamu juga pasti enggak mau dong, kalau barang yang dibeli cepat rusak.

Nah, prinsip saya itu mending beli barang yang sedikit mahal tapi kualitasnya terjamin. Kualitas barang yang baik biasanya kekuatannya juga lama. Daripada membeli barang yang murah, tapi ternyata hanya tahan beberapa bulan saja. Contohnya, saya sering juga membeli sepatu karet yang harga 30 ribu. Harga mah enggak akan berbohong. Sepatu itu cuma tahan 3 bulan, karena saya senang jalan kaki. Akhirnya apa yang terjadi? Yah, beli lagi sepatu karet sayanya. Terus itu saja yang terjadi, kalau dikumpul-kumpul malah jadi lebih mahal dari membeli sepatu bermerk. Nah, yang satu ini baru saya bilang pemborosan.

Jadi, ketika ada orang yang protes dengan kebiasaan membeli tas atau perabot dapur yang agak mahal, saya akan ajukan opini di atas. Saya tipe orang yang kegiatannya banyak di luar rumah. Jadinya pasti isi tas saya bermacam-macam. Mulai dari botol minum, bekal, buku, kosmetik, obat, hingga baju ganti pasti ada di dalamnya. Jadi terbayang bukan kalau misalnya saya membeli tas dengan harga 50 ribu jadinya seperti apa? Bisa-bisa satu bulan juga belum sampai, tasnya sudah putus atau robek. Itu yang jadi pertimbangan kenapa mending nabung dahulu untuk beli tas yang berkualitas daripada asal beli. Hal seperti ini juga yang saya sebut tidak boros. Toh, tasnya juga bakal kuat bertahun-tahun.

Ada lagi yang selalu diprotes dari kebiasaan saya. Kebiasaan saya membiarkan anak-anak makan tanpa nasi juga dibilang boros. Padahal, saya yakin masa pertumbuhan anak itu harus disupport dengan gizi yang baik. Bagi saya tidak masalah kalau mereka hanya ingin makan lauknya saja, seperti ikan goreng yang dimakan tanpa nasi. Toh, anak-anak kenyang juga walaupun makan tanpa nasi. Justru pemborosan kalau nasinya tidak sampai dimakan oleh mereka, alias mubazir. Menurut saya konsep makan itu tidak melulu harus dengan nasi. Banyak sumber karbohidrat lain yang bisa dikonsumsi. Anak-anak suka roti, bahkan singkong. Selama mereka menghabiskan makanan itu saya senang. Daripada disuguhi nasi tapi malah dibuang atau dimakan seperempatnya saja, ini yang dibilang boros.

Lalu, saya itu sangat suka jalan-jalan. Bagi sebagian orang kebiasaan ini dibilang menghambur-hamburkan uang. Sedangkan bagi saya ini adalah penghematan. Karena jalan-jalan ini sebagian besar isinya jalan kaki, juga detoksasi diri ke alam terbuka. Dengan jalan kaki setidaknya saya menabung untuk sehat jadinya safety money untuk masalah kesehatan. Selain itu dengan sering ke alam terbuka saya jadi bisa mengontrol stres. Kamu juga pasti tahu, dong, kalau stres yang berlebihan itu bisa memicu berbagai macam penyakit? Nah, karena sadar diri hidup di perkotaan yang rentan dengan berbagai macam pemicu penyakit. Akhirnya saya selalu menyempatkan diri setiap akhir pekan untuk berhemat ria dengan jalan-jalan. Lagipula, konsep jalan-jalan itu tidak melulu harus menggunakan biaya yang besar. Malah banyak tempat terbuka yang gratis di kota saya tinggal.

Bagi saya sendiri boros itu tidak melulu soal uang. Orang yang sering kepo dengan kehidupan orang lain saya anggap pemborosan. Dia menghabiskan waktu hanya untuk mengomentari orang lain saja. Meneliti kekurangan orang lain dan tidak sadar akan kekurangan dirinya sendiri. Orang seperti itu hanya membuang-buang waktu dengan mengurusi sesuatu yang bukan urusannya. Dia hanya berusaha membuat orang lain lebih baik sesuai versinya. Tetapi, membuang kesempatan bahkan keharusan untuk memperbaiki dirinya sendiri. Ini adalah boros yang sangat boros.

Konsep boros memang sangat luas. Bahkan, orang yang terlalu banyak bicara pun bisa disebut boros, boros kata-kata pastinya. Tentunya bicara yang boros itu yang tidak ada gunanya, seperti bergunjing. Boros tidak selalu hal yang berbau negatif. Seperti contohnya kebiasaan di atas, menabung dahulu untuk mendapatkan barang dengan harga mahal. Itu sebabnya saya katakan setiap orang memaknai kata boros dengan berbeda. Boros bisa sangat bervariasi tergantung kacamata si pengamatnya.

Boros itu tidak selalu tentang uang.

 

Tema “Boros” untuk 1 minggu 1 cerita

19 comments
  1. Setuju banget, Mbak. Ternyata boros itu gak selalu tentang uang. Mengghibah juga merupakan boros, boros waktu dan tenaga untuk ngurusin urusan orang lain. Lebih baik mawas diri dan memperbaiki diri sendiri saja.

  2. Setuju banget mbak… Tidak sepenuhnya boros perihal uang, namun telinga dan tanggapan masyarakat lebih fokus ke sana. Padahal menghabiskan berjam-jam di sosial media termasuk pemborosan waktu. Namun anak-anak sudah saya ajarkan mengenai hal ini. Bahwa hidup kita sementara, setiap waktu adalah cara kita untuk mengelola hidup ke arah yg bermanfaat. Sosial media pun tidak sepenuhnya buruk jika kita bisa manfaatkan ke hal-hal yang baik. Tergantung dari pola pikir bagaimana cara kita menentukan pilihan hidup pada hal yg bermanfaat.

  3. Iyes mbak, memang kadang boros itu identik banget dengan uang, dan memang harus banyak literasi bagaimana agar tidak menjadi orang yang merugi, apalagi waktu dihabiskan untuk hal hal yang tidak penting alias tidak bermanfaat, lebih baik mencari kesibukan yang lebih banyak faedahnya dan tentunya menghasilkan ya mbak

  4. Bener. Habisin waktu untuk hal yang tak berguna juga pemborosan. Dan tiap orang punya standardefinisi sendiri ttg boros

  5. apakah tulisan ini ditujukan kepada mereka yang udah ngatain mba boros? sekarang mereka pasti diem sih, kalau saya lihat lihat dan rasa, saya punya kemiripan sama mba dita,suka beli barang yang sdikit mahal asal kualitas terjamin dan awet digunakan. Bagi orang mungkin ga penting, tapi bagi kita sendiri penting. Begitu juga ketika kita melihat seseorang, its true kalau definisi boros itu luas banget

  6. iya, boros nggak selalu berbentuk uang. boros air juga bisa, misalnya mandinya jebar jebur banyak banget. Duh, asli bikin deg degan kalo dengar orang mandi kayak gini. Takut airnya habis. hahahaha

  7. Memang sih identiknya gitu sih mba. Mau beli apap ap terlalu banyak dibilang ya boros. Tapi banyak sebetulnya artis dari kata boros dan identik pada banyak hal ya mba

  8. Definisi boros mungkin masing-masing orang beda kali ya soale pendapatan mereka dan tujuan keuangan juga beda ( aku bicara tentang uang hehe soale mikirnya kesana) . Dan kalau untuk omongan orang sendiriga usah peduliin cinn hehe.

  9. Nah setuju mba, boros itu gak selalu dilihat dari kita beli barang yang nominalnya mahal. Banyak yang salah kaprah menurutku, karena kalo kita beli barang asal murah, justru itu yang lebih bakal sering terjebak jadi boros. Harusnya pilih itu barang yang berkualitas, gak harus mahal ataupun harus banget yang super murah. Gak mau dong beli yang murahan tapi cepet rusak

  10. Iya mba..saya jg punya dompet harganya lumayan mahal. Beli tahun 2006 sampai.skrg msh kepake hehe… Skrg harganya memang jeti2 tuh..tp hemat ga pernah beli lg…kecuali kemarin pas traveling, eh tp ttp yg dipake dompet yg lama deh…

  11. Kebetulan banget nih, beberapa hari yang lalu aku berbincang dengan seorang teman lama. Ternyata dia boros kata-kata juga dengan menanyakan apakah anak-anakku tidak terlantar kalau kutinggal pergi-pergi melulu untuk acara blogger. Iya boros, karena dia tak tau kalau aku tuh belum tentu dalam sebulan bepergian melulu. Palingan kalau pergi ya cuma 5 hari dalam rentang satu bulan. Ya kan boros banget dia? 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like