About Positive Thinking

Hai hai, apa kabar kalian semua? Semoga sehat dan selalu berada di dalam lindungan-Nya, yah. Semoga saja pikiran kalian tidak se-absurd pikiranku saat ini. Jujur, aku dalam kondisi cemas terkendali saat ini. Cemas karena tiba-tiba saja semua jadi seperti ini. Terkendali karena aku mengelola cemas itu dengan berusaha berpikiran positif.

Sempat tidak kalian ada pikiran keadaan sekarang ini seperti setting film Resident Evil? Tiba-tiba saja kota jadi sunyi, orang-orang juga bersembunyi penuh gelisah di rumah masing-masing. Ya, Allah, aku sekarang malah jadi merindukan keramaian yang asalnya sering dikeluhkan. Memang manusia itu selalu saja mengeluh, tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya. Termasuk aku sendiri yang sekarang menyadari kurang bersyukur selama ini.

Awalnya malah sering juga mengeluh dengan ritme pekerjaan yang terasa membosankan. Tetapi, ketika WFH diberlakukan ternyata aku malah merindukan kerja dengan waktu yang penuh. Aduh, Mak. Di rumah saja itu sebenarnya agak membosankan buat aku yang sering mobile. Apalagi ketika PHK mulai banyak terjadi, aku benar-benar bersyukur karena masih bisa bekerja (semoga si Bos diberi kesehatan dan dilancarkan rezekinya).

Memang aku tidak sepenuhnya melakukan WFH karena tiap hari masih ke kantor dengan waktu yang dibatasi. Setiap hari juga berangkat kerja dengan penuh doa. Cemas pasti ada, tapi aku berusaha meredamnya dengan berpikiran positif. Aku tanamkan di otak ini kalau masih beruntung dibanding mereka yang dirumahkan. Tentunya aku dan rekan sekantor berangkat kerja dengan berbekal masker dan hand sanitizer. Karena tetap saja keselamatan diri harus diprioritaskan, dan jangan sampai pula kita membawa penyakit ke rumah.

Yang jadi masalah justru waktu yang tiba-tiba saja jadi banyak luangnya. Tadinya, aku mau mencoba lagi berkreasi dengan camilan dan menitipkannya di warung-warung terdekat. Tetapi, kelihatannya keadaan belum kondusif hingga seminggu lebih nanti. Akhirnya, aku pun beralih dengan menantang diri sendiri untuk ikut berbagai tantangan menulis. Mini challenge Infinity Lovink baru saja diselesaikan malam ini. Tulisan-tulisan yang diposting di status FB itu bermaksud menyebar kebaikan pada pandemi ini selama 10 hari dengan tema yang berbeda.

Karena kesehatan mental juga sesuatu yang penting dan berkaitan dengan kecemasan. Aku pun kemarin memberanikan diri membuat esai tentang kesehatan mental dengan tema membawa perubahan. Sebuah buah pikir tentang pentingnya memanusiakan manusia yang menyandang predikat ODGJ. Sebuah perjuangan panjang selama seminggu dengan riset yang sebenarnya kurang menurut aku pribadi. Tetapi, setidaknya aku merasa lega karena telah ikut berkontribusi tentang masalah kesehatan mental di negeri ini yang masih saja dianaktirikan.

Selain itu waktu luang itu aku usahakan diisi dengan belajar berjualan online lagi. Kali ini rasanya memang benar-benar ingin serius jadi dropshipper dulu, setelah itu baru meningkat jadi reseller. Sebenarnya berjualan bukan hal yang aneh buatku karena dulu pun pernah wara wiri jualan sprei. Mudah-mudahan saja ini jadi jalan menjemput rezeki untuk menyenangkan anak-anak dan keluarga.

Terus terang, adanya pandemi ini ternyata membuat kita jadi makin waspada akan keselamatan diri dan keluarga. Selain itu, kita juga jadi tersadar bahwa bumi selama ini sakit dan ingin menegur dengan caranya. WFH memang berat, lebih berat lagi bagi mereka yang terkena PHK. Tetapi, diam di rumah bukan berarti kita harus mengunyah segala kecemasan. Berada di rumah berarti kita bisa belajar banyak hal, upgrade diri. Kita bisa mengolah hobi dan mulai melakukan hal yang tertunda selama ini, seperti berkebun dan lainnya.

Yang paling terasa hikmahnya dengan di rumah saja adalah kedekatan yang semakin terbina dengan keluarga. Betapa selama ini kita telah banyak kehilangan momen berharga dengan mereka. memang akan banyak perubahan nantinya setelah pandemi ini berakhir. Semoga dengan di rumah saja kita banyak membawa perubahan, terutama tentang waktu yang berkualitas dengan keluarga.

 

RUMAH ADALAH TEMPAT KITA PULANG KETIKA MERASA LELAH

 

Tulisan ini merupakan kolaborasi dengan teman-teman Bandung Hijab Blogger

 

25 comments
  1. Setuju banget rumah adalah tempat pulang ketika kita merasa lelah. Karena sejujurnya di rumah tempat yang menyejukkan hati.
    Alhamdulillah ya, masih bekerja meski ditengah pandemik ini, masih beruntung dibandingkan yang lain. Buat yang wfh pun beruntung, masih dikasih leluasa dan liburan di rumah sambil bekerja.
    Semoga kita semua mempunyai pandangan yang positif tentang situasi sekarang .

    1. Setuju teh mau gimanapun tempat yang paling nyaman ya rumah, harus banget bersyukur juga ya masih bisa berkumpul sama keluarga di rumah. ga kebayang kalo di perantauan disaat kondisi kayak gini. mudah2an selalu sehat ya teh

  2. Setuju banget, rumah memang tempat pulang ketika lelah. Selama karantina ini aku juga ngerasain bondong sama anak-anak makin kuat dan bisa solat jamaah lagi sama keluarga. Padahal sebelum wabah ini terjadi udah jarang banget solat jamaah di rumah karena alasan kesibukan .

  3. Berpikir positif ini bisa jadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan mental kita ya. Banyak hikmah yang bisa kita petik, terlebih saat wabah seperti ini, hal yang paling berharga bisa sama-sama dengan keluarga.

  4. Betul teh disaat berat kaya sekarang yang juga gak boleh diabaikan adalah pola pikir. Gak cuman kebersihan aja tapi pikiran lita juga harus terus dijaga agar selalu postif. Karna mindset juga mempengaruhi imun tubuh kita. Jadi semua harus seimbang.

  5. Tetep semangadd Teh, walaupun WFH, saya yg IRT dan biasa d rumah di aja, udh bener2 bosen, tp yaa mau gmn lg, masih bersyukur krna masih bersama2 dgn keluarga, dan masih di cukupkan, Alhamdulillah..

  6. Banget ya, kualitas bareng keluarga jadi makin kerasa berharga. Sadar kalau selama ini, kita terlalu sibuk masing-masing. Mau itu sekolah, kerja, semoga ya pandemi ini membawa banyak hikmah dan kebaikan aamiin

  7. Merasa sangat tersentuh setelah baca tulisan teh yola di balik semua ujian selalu ada hikmah salah satunya bonding dengan keluarga 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like